Monday, May 22, 2017

Sebaiknya pakailah daunnya.




Demi keseimbangan alam yang terus terjaga, demi hijaunya bumi raya tapi kebutuhan hidup khususnya di bidang ekonomi juga berjalan lancar kita semua sedapat mungkin menggunakan aneka jenis bahan baku yang tidak terlalu merusak alam atau menyakiti tumbuhan. Dalam keseharian kita banyak hal yang tidak kita sadari kita telah merusak alam titipan anak cucu demi kelanjutan aneka usaha kita masing-masing dalam memenuhi tuntutan hidup, misalnya penggalian bahan tambang yang semena mena, galian C di sana sini tanpa ada izin nan pasti dari pihak terkait berwenang, di lain sisi aneka aktivitas industri  menggebu mengejar target menghasilkan aneka  jenis limbah sampai yang terkatagori limbah B3.

Sesuai info tertulis di Koran harian Bali Post  12 April 2017, hendaknya ditiru usaha tekstil yang ada di Pulau Bali, karena apa?  Karena pengelola industri tekstil itu tidak hanya mengejar keuntungan sebanyak mungkin serta mengabaikan keselamatan lingkungan, buktinya para pengelola industri tekstil dari Bali itu berusaha keras dari awal dalam menemukan bahan pewarna kain yang alami, saat itu masih di tahun seribu Sembilan ratusan  bahan pewarna alami dari aneka buah, bunga, daun, kulit kayu hingga ke akar pohon dicoba. Tiba pada keputusan / penilaian final akhirnya mereka memilih bahan daun sebagai bahan pewarna tekstil mereka dalam jangka panjang, dengan alasan mendasar penggunaan daun tidak akan membunuh pohon. Kalau memakai kulit kayu atau akar pasti menyakiti bahkan membunuh pohon.  Aneka daun yang dapat menghasilkan  zat pewarna dalam jumlah besar misalnya untuk pewarna tekstil diantaranya ada daun  ketapang, mahoni, manga tarum, ada juga dauan kayu secang. Pertimbangan lain pemakaian daun sebagai penghasil zat pewarna karena umumnya daun-daun jenis tersebut tidak berguna bagi para petani dan peternak. Adapun jenis daun dan warna yang dihasilkan serta telah dipakai sejak lama dalam  kwantitas banyak diantaranya  ;  daun manga menghasilkan warna kuning, daun mahoni menghasilkan warna coklat, daun   tarum penghasil warna biru/indingo, sedangkan daun ketapang menghasilkan warna hitam, warna merah dihasilkan oleh daun secang. Info terkini juga telah ditemukan penghasil warna orange/oranye yang alami yakni dari biji pohon biksa.   Demi pemenuhan bahan pokok warna dari aneka jenis dedaunan tersebut, bagi para pengelola industri tekstil sebaiknya gerakan penanaman sejuta pohon di teruskan dengan mengambil lokasi di sekitar areal pabrik…..

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini