Thursday, September 6, 2012

Penanggal dan Pangelong




Para orang tua / kakek nenek / pinih sepuh kita (bali khususnya) tentu telah tahu bahwasannya yang namanya penaggal/ pangelong adalah menjadi patokan untuk mencari dewasa / hari baik. Tapi untuk para generasi muda (yang lahir sebelum tahun 80-an) saya yakin tidak begitu mengerti akan penanggal dan pangelong. Dalam hal ini saya juga tahu hanya sedikit, namun mari kita berbagi...

Penanggal/Enyitan :
Sebutan penanggal dimulai sehari setelah tilem (bulan mati) sampai dengan sehari sebelum purnama (bulan penuh), dengan sebutan : penanggal ping pisan, penanggal ping kalih, penanggal ping tiga, dan seterusnya. 


Pangelong/ Uwudan :
Sebutan pangelong dimulai sehari setelah purnama (bulan penuh) sampai dengan sehari sebelum tilem (bulan mati), dengan sebutan : pangelong ping pisan, pangelong ping kalih, pangelong ping tiga, dan seterusnya.

Bila saat Penanggal > semakin hari semakin lama bulan tenggelam, Bila saat Pangelong > semakin hari semakin cepat bulan tenggelam.

Lumayan banyak yang tahu bahwa setiap sasih akan ada purnama (bulan penuh) dan ada tilem (bulan mati). Purnama dan tilem adalah suatu tonggak sasih, ingatlah selalu bahwa :
-          Purnama = Pertengahan sasih
-          Tilem = Akhir sasih (hari terakhir suatu sasih)
dengan kata lain, bila hari ini adalah tilem/bulan mati, maka besok adalah sasih baru (penanggal ping pisan).

Tidaklah banyak yang menyadari bahwa Hari Raya Nyepi adalah merupakan pas penanggal ping pisan sasih kedasa (awal tahun baru saka/maka ada  ada ucapan selamat tahun baru saka ..... ).

Sehari sebelum Tilem = Purwanining Tilem, sehari sebelum Purnama = Purwanining Purnama
contoh > purwanining Tilem Kepitu = Hari Raya Siwa Ratri ( malam peleburan/penebusan dosa ) 


Simaklah    >>>>>   Bhagawad Gita Online

No comments:

Post a Comment

Baca juga yang ini